Wa'alaikumussalaam warahmatullah..
1. Kita bedara dlm keadaan suci/bersih dr najis
2. Membaca doa
لسَّلامُ عَلَيكُمْ أَهْل الدِّيارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ والمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ ، أَسْأَلُ اللَّه لَنَا وَلَكُمُ العافِيَةَ
(Hr. Muslim)
3. Membersihkan makam
4. Mengingat akan diri kita kepada akhirat
Selasa, 30 Oktober 2018
Adab ziarah qubur
Jumat, 16 Februari 2018
Hukum ziarah kubur?
Wa'alaikumusslaam warohmatullooh...
Ziarah kubur bukan termasuk sunnah, krna tdk ada tuntutan / tuntunan untuk ziarah qubur yg d contohkan Rasulullah.
Rasulullah saw bersabda:
(كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها) رواه مسلم, وفي لفظ عند الترمذي (1054) : (فإنها تذكر الآخرة).
“Dahulu saya pernah melarang ziarah kubur, maka (sekarang) ziarahlah.” HR. Muslim, dalam redaksi Tirmizi, 1054, “Karena ia mengingatkan akhirat
Dlm hadits ini ziarah awalnya d larang, krna aqidah para sahabat masih lemah, ditakutkan akan mengkuktuskan pd kuburan. Setelah aqidah para sahabat kuat, kemudian rasul membolehkan ziarah "maka sekarang bersiarahlah" tujuannya untuk mengingatkan pd akhirat.
Dalam qaidah d sebutkan:
"Perintah setelah adanya larangan mengandung arti Mubah".
Jadi, hukum ziarah itu adalah Mubah.