Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2019

Tiap berjiwa akan mati

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (29 : 57)

kalau kita tau 1 bulan lagi akan meninggal..

tentu tidak ada alasan kita untuk bermalas malasan ibadah...

tidak akan takut rematik saat akan berwudlu tahajud.. tidak akan takut sakit mah saat akan shaum..

tidak akan mengeluh atas taqdir pahit yang Allah anugrahkan

tidak akan takut kehabisan/kekurangan uang  saat akan beshodaqoh..

tidak akan sungkan memaafkan .. sekalipun kepada yang paling menyakitkan...

dan lainnya....

nah..... yakin kah kita akan hidup lebih dari sebulan lagi ?

kita akan mati... PASTI.....
masih boleh kita beralasan untuk menunda kebaikan ?

segera lakukan..sekarang... lakukan keshalihan...

lakukan apapun yang terbaik yang paling berkualitas prima untuk Allah... dari sekarang sampai akhir hayat...

semoga Allah pilihkan husnul khatimah bagi kematian kita...

aamiiiin...

Selasa, 03 Juli 2018

Al-Qur'an dan Sunnah, sumber penuntun hidup masyarakat muslim

*Al-Qur'an dan Sunnah, sumber penuntun hidup masyarakat muslim*

Ketika Abu Bakar dan Umar ra berselisih tentang siapa yang menjadi pemimpin Bani Tamim, dengan tidak menyerahkan urusan tersebut kepada Rasulullah saw, itu adalah suatu kesalahan karena terburu-buru memberi keputusan, sebelum Allah dan rasul-Nya yang memberi keputusan, diibaratkan seperti mendahului ataupun melangkahi Allah dan rasul-Nya.

Maka turunlah ayat memberi teguran, sekaligus menjadi prinsip yang mesti dipegangteguh oleh masyarakat muslim,

*_"Wahai orang-orang beriman! Janganlah kalian mendahului Allah dan rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui"_* (QS. Al-Hujurot : 1)

Maka seluruh aspek kehidupan masyarakat muslim selalu dipimpin oleh petunjuk Allah dan rasul-Nya yang tertuang di dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak terburu-buru membuat keputusan, menetapkan hukum, berbicara, bertindak, mengambil pilihan, sebelum menggali terlebih dahulu petunjuknya dari kedua sumber tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal ra ketika diutus oleh Rasulullah saw menjadi hakim (qadhi) di Yaman. Rasulullah saw bertanya, "Dengan apa engkau menetapkan hukum"? Ia menjawab, "dengan kitab Allah". Beliau bertanya lagi, "jika tidak engkau temukan?" Ia menjawab, "dengan Sunnah Rasulullah saw" Beliau bertanya lagi, "jika tidak engkau temukan?" Ia menjawab, "aku akan berijtihad dengan pikiranku". Maka Rasulullah saw menepuk dadanya seraya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufiq kepada utusannya utusan Allah, dengan apa yang membuat ridho utusan Allah (Rasulullah)." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Al-Qur'an dan Sunnah harus menjadi panglima bagi masyarakat muslim yang memberikan arahan dalam seluruh bidang kehidupannya. Baik dalam ibadah mahdoh, muamalah, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, politik, budaya, militer, termasuk hukum yang diberlakukan, karena tidak ada satu keadaan pun kecuali ada hukum Allah yang berkaitan dengannya baik yang tampak jelas ataupun yang dapat disingkap melalui ijtihad para ulama, dan seluruh aktifitas apapun yang dilakukan oleh manusia di atas muka bumi ini.

Inilah prinsip masyarakat muslim yang sebenar-benarnya. Mereka tidak membanggakan diri dengan segudang ide dan ilmu pengetahuan hasil pemikiran mereka dengan mengesampingkan petunjuk Allah dan rasul-Nya. Akal mereka selalu digunakan untuk mentadaburi Al-Qur'an dan Sunnah, mengikuti petunjuk-petunjuk yang diraih dari keduanya, mengembangkan ide dan pemikiran semata-mata untuk berkhidmat pada keduanya, mengaplikasikan dan menegakkannya dalam kehidupan.

Wallahu A'lam.

Al-Hujurot, sebuah inspirasi dari peristiwa yang terjadi di dekat kamar-kamar Rasulullah saw

*Al-Hujurot, sebuah inspirasi dari peristiwa yang terjadi di dekat kamar-kamar Rasulullah saw*

Tahun 9 H adalah tahun utusan kabilah-kabilah untuk masuk Islam _('amul wufud)_, orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam Islam.

Umat semakin banyak, sebagai bukti keberhasilan da'wah Rasulullah saw, namun justeru tantangan mengurus umat semakin pelik, karena tingkat keimanan dan karakter mereka yang berbeda-beda. Maka turunnya surat Al-Hujurot sebagai solusi untuk sebuah pondasi bagi bangunan umat yang kokoh.

Permasalahan yang melatarbelakanginya adalah, datangnya utusan bani Tamim, orang-orang Arab baduy yang kurang adab. Kedatangan mereka menimbulkan sikap yang salah dari dua sahabat mulia; Abu Bakar dan Umar, mereka berdua berselisih tentang siapa pemimpin mereka, tanpa menyerahkan perkara tersebut kepada Rasulullah saw, hingga mengeraskan suara di tempat Rasulullah saw.

Juga ketidakberadaban Bani Tamim yang memanggil beliau dengan suara keras dan dengan sebutan nama seperti memanggil kepada sesamanya di balik kamar-kamar beliau padahal beliau sedang beristirahat. Merasa berjasa kepada Rasulullah saw dengan masuknya mereka ke dalam Islam.

Termasuk keteledoran Walid bin Uqbah bin Abi Mu'aith ra dalam memahami peristiwa dan bersikap su'uzhon, yaitu menyangka kaum Bani Musthaliq yang membawa senjata akan membunuhnya saat ia ditugaskan mengambil zakat dari mereka.

Permasalahan di atas bisa menyebabkan retaknya sebuah tatanan masyarakat, maka Al-Hujurot turun menetapkan prinsip-prinsip tatanan masyarakat Islam

1. Jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya, artinya sumber penuntun hidupnya adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Jika terjadi perselisihan harus dikembalikan kepada keduanya

2. Beradab kepada Rasulullah saw, karena beliau adalah sumber keteladanan bagi masyarakat yang mesti dimuliakan. Diantaranya tidak mengeraskan suara di dekatnya atau ketika berbicara kepadanya. Beradab kepada beliau, baik ketika masih hidup, maupun setelah beliau tiada.

3. Mengklarifikasi (tabayun) sebuah berita untuk diketahui kebenarannya terutama dari orang yang diragukan kejujurannya (fasik).

4. Mendamaikan dua orang ataupun dua kelompok yang berselisih

5. Menghindari prilaku yang dapat menyulut permusuhan kepada sesama muslim,

baik di hadapannya: tidak merendahkan, tidak mencela, tidak memanggil dengan panggilan buruk.

Atau tidak di hadapannya: tidak berburuk sangka, tidak mencari-cari kesalahan dan tidak membicarakan kejelekannya (gibah)

6. Prinsip persamaan diantara semua anggota masyarakat termasuk dalam bersikap adil kepada non-muslim, dengan semangat saling mengenal. Nilai kemuliaan masing-masing adalah ketakwaan di sisi Allah

7. Menjadi orang Islam mesti disertai dengan perasaan iman yang benar di dalam hati. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa ada lagi keraguan. Siap berjuang di jalan Allah. Siap mengikuti ajaran dari Allah dan Rasul-Nya, tidak bersikap sok tahu, menonjolkan diri dan berbuat serampangan.

Wallahu A'lam

Minggu, 03 Juni 2018

DIKALA ALLOH TURUN KE LANGIT BUMI.

DIKALA ALLOH TURUN KE LANGIT BUMI.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرِّ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Abdullah Al Aghar dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Rabb kita Tabaraka wata'ala setiap malam turun ke langit bumi ketika sepertiga malam terakhir,seraya berfirman :
Barangsiapa yang berdoa kepadaKu, niscaya do'anya akan diijabah,barang siapa yang meminta sesuatu kepadaKu, niscaya Aku akan memberinya dan barangsiapa yang meminta ampun kepadaKu,niscaya akan diberi pengampunan."
Bukhari no. 5846.

Husnuzhon pada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam do’a.
Ketika kita berdo’a pada Allah kita harus yakin bahwa do’a kita akan dikabulkan, dan terus melakukan,dan terkabulnya do’a perlu diikuti dengan memenuhi perimtahNya,serta menjauhi berbagai larangannya yang dapat menghalangi terkabulnya do’a. 
Dan ingatlah bahwasanya do’a itu begitu ampuh jika seseorang husnuzhon pada Allah swt.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
QS.Al Mu’min 60

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقو ل ثلاثة أيام قبل وفاته، لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda tiga hari sebelum meninggal :

“Janganlah salah seorang kalian mati, kecuali dia berhusnudzon kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
HR.Muslim.

Selasa, 29 Mei 2018

bila hari ini aku mati

BILA HARI INI AKU MATI.

Bila hari ini aku mati,kemudian dikuburkan masuk liang lahad....,
lalu tubuhku akan tertutup dengan tanah.... 
Dan ketika selesai upacara penguburan, yang mengantar semua pergi meninggalkan aku...
Masih kudengar jelas langkah terakhir mereka,ketika mereka membiarkan aku sendirian......
Kini aku harus sendiri,dan semua harus ditanggung sendiri,serta aku menunggu keputusan dari mizan perhitungan amal.....
Disini hanya ada penyesalan abadi,sebab Pintu Taubat sudah tertutup dengan rapat...
Ya Alloh... Jika Engkau beri aku kesempatan lagi hidup, Jika Engkau pinjamkan beberapa hari milikMU,memberi kesempatan untukku memperbaiki diri,agar aku bisa terlepas dari adzab siksamu.....

Kini aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab nanti, kemudian dikumpulkan di Padang Mashar...
Ya Alloh,aku memang tidak layak jadi ahli surga,namun aku juga tidak akan kuat dengan api Neraka.....

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Ya Alloh, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah hidup dan  mati, serta dari kejahatan fitnah masihidDajjal.
HR. Al-Bukhari 2 : 102
Muslim 1: 412

ولدتك أمك باكيا والقوم حولك يضحكون سرورا فاعمل ليوم تكون فيه إذا بكوا  في يوم موتك ضاحكا مسرورا

Ketika engkau dilahirkan oleh Ibumu,engkau dalam keadaan menangis, sedang orang disekitarmu tertawa ceria.
Maka rintislah 'amal,agar suatu masa
ketika engkau mati, orang disekitarmu menangisi kematianmu sedangkan engkau tersenyum gembira menggapai Sorga.

Jumat, 25 Mei 2018

RUMAH YANG DISINGGAHI SYETHAN.

RUMAH YANG DISINGGAHI SYETHAN.

Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang berpaling  dari ajaran Islam yang benar.

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ() تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ()

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
QS. Asy Syu’araa ayat 221-222

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah yang Maha Pemurah Al Quran, Kami adakan baginya setan yang menyesatkan.
Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
QS. Az Zukhruf ayat 36.

Rumah yang tidak disebut nama Allah ketika masuk ke dalamnya.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ ».

Dari Jabir bin Abdullah –radhiyallahu ‘anhuma- bahwasanya ia telah mendengar Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallama- bersabda :

“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika menyantap makanan maka setan berkata (kepada sesama temannya:

“Tidak ada tempat menginap dan tidak ada santapan makan malam bagi kalian.”
Dan Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia tidak menyebut nama Allah ketika memasukinya maka setan berkata kepada sesama temannya : “Kalian telah mendapat tempat menginap.”
Dan Apabila seseorang tidak menyebut nama Allah ketika menyantap makanannya maka setan berkata kepada sesama temannya : 

“Kalian telah mendapat RUMAH YANG SEPERTI KUBURAN"

Maka jangan jadikan rumah kita seperti kuburan.
Bagaimanakah rumah yang seperti kuburan itu?
Rumah tersebut tidak pernah dikerjakan shalat di dalamnya, baik shalat wajib maupun sunnah. Rumah tersebut selalu lalai dari bacaan Al Qur’an.
Itulah rumah yang seperti kuburan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganalah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.”
HR. Muslim no. 1860.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata,

Para ulama menjelaskan bahwa maksudnya adalah janganlah meninggalkan shalat di rumah.
Artinya, rumah yang tidak ada shalat di dalamnya seperti kuburan. Karena haram shalat dilakukan di kuburan, sebagaimana disebutkan dalam hadits :

الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبُرَةَ وَالْحَمَّامَ

“Seluruh keping bumi ini adalah masjid, kecuali kuburan dan kamar mandi“
HR. Tirmidzi no. 317, Ibnu Majah no. 745 dan Abu Daud no. 492.

Dari Abu Martsad Al Ghonawi, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُصَلُّوا إِلَى الْقُبُورِ وَلاَ تَجْلِسُوا عَلَيْهَا

“Janganlah shalat menghadap kubur dan janganlah duduk di atasnya.”
HR. Muslim no. 972.

Shalat sunnah maupun shalat wajib tidak sah dilakukan di kuburan, begitu pula untuk sujud tilawah dan sujud syukur.
Tidak boleh ada shalat yang dilakukan di kuburan kecuali satu shalat saja yaitu shalat jenazah.

Jadikanlah rumah kita bercahaya dengan shalat, amalan di waktu malam, juga dengan lantunan Al Qur’an.
HSR. Muslim –rahimahullahu- dalam shahihnya no. 538.

Rumah yang jauh dari nuansa ibadah yang benar,laksana sebuah pekuburan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « اجْعَلُوا فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا »

Dari Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhuma- dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallama-, beliau telah bersabda :

“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah-rumah kalian,jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.”
HR. Al Bukhari no. 432.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ ».

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallama- telah bersabda :

"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan,sungguh setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah”.
HR. Muslim –rahimahullahu- dalam shahihnya no. 1860.

Rumah yang menggunakan jasa jin khadam untuk menjaganya dan menjaga penghuninya dari semua gangguan.

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
QS.Al Jiin ayat 6.

Rumah yang di dalamnya terdapat perkara-perkara yang dilarang syari’at seperti memakaikan jimat di rumah, memelihara dan mengagungkan benda-benda yang dikeramatkan, memasang gambar-gambar  dan patung makhluk bernyawa, memelihara anjing, dan larangan syari'at lainnya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا أَهْلِ دَارٍ اتَّخَذُوا كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَائِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ ».

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama telah bersabda :
“Penghuni rumah mana saja yang memelihara anjing selain untuk menjaga binatang ternak atau untuk berburu maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qirath."
HR. Muslim no. 4111.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ     

Selasa, 15 Mei 2018

HUSNUL KHOTIMAH DAN SUUL KHOTIMAH.

HUSNUL KHOTIMAH DAN SUUL KHOTIMAH.

Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:“Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
QS.Fushilat   30.

Berbeda cara hidup dan mati seorang yang mati Husnul Khotimah dan suul khotimah.

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
QS.AlJatsiyah 21.

Sambutan para Malaikat kepada para mereka yang mati Husnul Khotimah.

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan mereka yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka : "Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
QS.AnNahl 32.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya Husnul Khotimah maka Allah mempekerjakannya”.
Para sahabat bertanya  :
”Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?”
Rasulullah menjawab :
"Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.”
HR Imam Ahmad.

Husnul Khotimah adalah akhir yang baik.
Seorang hamba, sebelum meninggal diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dalam perbuatan baik, hingga akhirnya meninggal dalam Husnul Khotomah

Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui orang lain.

Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

Pertanyaannya :
"Apakah kita ini semakin tua, semakin  mudah didalam menerima kebenaran dan kebaikan sekaligus mengamalkannya atau sebaliknya?"

Insya Alloh kalau kita semakin mudah didalam kebenaran dan kebaikan, semoga husnul khotimah.

Oleh sebab itulah, seorang hamba Alloh yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Alloh agar Alloh memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah hingga ajal tiba.

Senin, 14 Mei 2018

Taubat sebelum terlambat

TAUBAT SEBELUM TERLAMBAT.

Taubat nasuha adalah thaubat yang murni dan thaubat yabng tingkatan nya paling tinggi di hadapan Allah subhanahu wata'ala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat yang sebenarnya, semoga Rabb kamu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata : "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
QS.AtTahrim  8.

Allah Subhanahu wa Ta’ala cinta kepada orang-orang yang bertaubat.
Allah Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”
QS.Al Baqarah 222.

Taubat menghapuskan dosa.

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat beriman dan beramal shalih, maka Allah akan ganti kejahatan mereka dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
QS.Al Furqan 70.

عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Alloh dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”
HR.Muslim.

Setiap manusia pernah berbuat dosa dan kesalahan.

Kita wajib bertaubat dan meninggalkan semua sifat yang tercela.

Bertaubat wajib dengan segera, tidak boleh ditunda.

Istighfar dan bertaubat itu hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berusaha mengadakan ishlah perbaikan.

Pintu taubat masih tetap terbuka siang dan malam.
Dan Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima taubat, apabila ruh sudah berada di tenggorokan, dan apabila matahari telah terbit dari barat hari Kiamat.

Taubat nasuha adalah thaubat dari dosa yang pernah di perbuat,dan merasa menyesal atas dosa yang di lakukannya di masa lalu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Dengan adanya 'nadam' penyesalan untuk meninggalkan kemaksiatan atau kesalahan yang pernah dilakukannya,
dengan menyesali perbuatan tersebut.
bertekad kuat untuk tidak mengulanginya selamanya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ:
قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami Ali bin Mas'adah dari Qatadah dari Anas dia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Semua bani Adam manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat."
Ibnu Majah no. 4241.

Sabtu, 05 Mei 2018

12 kunci awet muda


بسم الله الرحمن الرحيم

*12 KUNCI  AWET MUDA*

*1. TIDAK  MEMBENCI*
jangan sekali-kali membenci seseorang walaupun dia berbuat kesalahan kepadamu.

*2. TIDAK  BERKELUH KESAH*
jangan berkeluh kesah karena apa yang kita alami sebuah proses untuk kita menjadi lebih dewasa dalam banyak hal.

*3. HIDUP  SEDERHANA*
Hidup sederhana walaupun punya kedudukan tinggi & harta melimpah karena apa yang kita terima semuanya titipan

*4. BERPRASANGKA   BAIK*
senantiasa berfikir positif meskipun kerap ditimpa musibah.

*5. SELALU  TERSENYUM*
senyumlah walaupun hati terluka karena hinaan orang dengan  satu pemahaman kita mengampuni kesalahan orang tersebut.

*6. SELALU  MEMBERI*
gemar memberi dan berbagi walaupun kita tidak berlebih.

*7.   BERDOA TANPA SEPENGETAHUAN MEREKA*
jangan lelah dan jemu jemu selalu mendoakan sahabat2 kita untuk kebaikan mereka tanpa  pengetahuannya

*8.  TIDAK DENGKI & IRI HATI*
jangan iri dan dengki dengan kejayaan dan kesuksesan teman-teman kita.

*9. MUDAH  MEMAAFKAN*
jangan merasa malas dan susah dalam memaafkan kesalahan orang lain.

*10. HINDARI  PERMUSUHAN*
jangan menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai lawan, karena sesungguhnya dia tetap saudara kita

*11. BANYAK MEMBACA  AL-QUR'AN*
Sebaik baik bacaan adalah Al-Qur'an, beribu-ribu keutamaan dalam membaca Al-Qur'an, setiap satu huruf ada 10 pahala dan disaksikan oleh malaikat.

*12. BANYAK MEMBACA  SHOLAWAT*
banyak membaca sholawat yaitu memperbanyak sholat sunat dan mwngkaji hadits.

PEMUTUS KENIKMATAN HIDUP

PEMUTUS KENIKMATAN HIDUP.

الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dunia adalah kesenangan yg memperdayakan

Allaah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.
QS.An Nisa  78.

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.., Itulah yang kamu selalu melarikan diri padanya.
QS.Qaaf  19.

Allaah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan
QS.Al Waqi’ah  60

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.
HR Ibnu Majah,4.258,Tirmidzi, Nasai,Ahmad.

Kadang ada rasa pada diri,bahwa dikala muda belia kematian masih lama... Sehingga tersirat dalam pikiran,untuk ibadah nanti saja dikala sudah tua renta ...
Padahal kematian tidak memandang usia,
lagipula belum tentu hidup ini bisa mencapai masa tua.....
Kadang ada rasa pada diri,ketika badan sehat dan kuat usia ini akan panjang....
Padahal  kematian tidak selamanya akibat sakit dan lemah.......
Menatap tingkah manusia  yang ditelan kabut kehidupan tanpa lentera iman,semakin  banyak yang melangkah tidak jelas arah......
Padahal waktu terus  mengalir merampas jatah hidup di dunia..... ,kesempatan hidup terhormat menguap ditelan keinginan syahwat,akhirnya tertimbun budaya sampah yang hina..... . Retorika indah sebatas mengelabui sesama,persaingan harta dengan cara yang tidak wajar,kiprah hidup semua menjadi imitasi ..... keceriaan alami dan tawa yang murni telah hilang, semuanya menjadi hampa.....

Perbanyaklah dzikir untuk mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena kematian itu, jika diingat oleh orang yang sedang dalam kesusahan maka akan bisa meringankan kesusahannya. Dan jika diingat oleh orang yang sedang senang, maka
bisa membatasi kebahagiaannya itu.
HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim.

Rabu, 02 Mei 2018

Hukum asuransi

*A S U R A N S I*

*Masih ngiler dengan tawaran Sales Asuransi yg Menggiurkan..❓❓❓*

*Masih Galau, jika sakit tidak punya Asuransi..⁉⁉*

*Atau masih kuatir dengan Nasib Hari Tua, jika tidak punya Asuransi..❓❓*

*_Tapi pernahkah kita berpikir, kapan batas umur kita ... bisa jadi, ketika kita mati, kita masih menggunakan asuransi ... dan bergulat dengan masalah asuransi_*

*Lantas apakah Hubungannya mati dengan Asuransi*?

*Yuk simak Dialog tentang Apa itu Asuransi*

*A S U R A N S I*

*A :* *_"Pak, beberapa waktu yg lalu kan disebutkan bahwa Asuransi itu Dosanya Lengkap❗ ada RIBA-nya, ada MAYSIR, dan ada GHARAR-nya. Itu Belum dihitung ketika suransi mampu membuat AQIDAH berantakan."_*

*B :* *_"mmmm, Ya benar."_*

*A :* *_"Bisa dijelaskan ndak ya ?"_*

*B :* *_"Yang mana yg masih harus dijelaskan ?"_*

*A :* *_"Kita mulai dengan RIBA nya Pak."_*

*B :* *_"Hmm, baiklah. Coba dijawab, ketika anda menjadi Nasabah Asuransi, ada Hak dan Kewajiban yang mengikat ndak ?"_*

*A :* *_"Ya, ada. Nasabah bayar Premi, Perusahaan Asuransi bayar manfaat kalau terjadi Klaim."_*

*B :*: *_"Ok. Sekarang Nasabah bayar Premi berapa setahun ?"_*

*A :* *_"Misal, per bulan Bayar sejuta. Berarti setahun Bayar Rp. 12 juta."_*

*B :* *_"Nah, ketika terjadi Klaim, Nasabah dapat berapa ?"_*

*A :* *_"Bisa macem² Pak. Tergantung bentuk Asuransinya. Misalnya dapet Rp.100 juta."_*

*B :* *_"Nah, terjadi Pertukaran uang dengan uang. ya kan ?"_*

*A :* *_"Benar Pak."_*

*B :* *_"Hanya waktu yang terjadi antara Nasabah *'menyerahkan uang'* dengan Nasabah *'menerima uang' waktunya berbeda. Betul ?"_*

*A :** _"Ya benar Pak"_*

*B :* *_"Nah. Ketika uang ketemu uang. Kaidah FIQIH-nya bagaimana ?"_*

*A :* *_"Harus TUNAI dan sama nilainya Pak."_*

*B :* *_"Kalau tidak TUNAI, berarti menjadi AKAD apa ?"_*

*A :* *_"Menjadi QARDH Pak."_*

*B :* *_"Ok. Ketika menjadi QARDH. Lantas mendapatkan lebih banyak daripada yang disetorkan dalam bentuk PREMI tadi, apa namanya ?"_*

*A :* *_"RIBA Pak ... Hmmm, Ok Pak yg RIBA saya paham."_*

*B :* *_"Ok Clear ya. Di dalam Asuransi terdapat RIBA yg Dilarang oleh : ALLAH Azza wa jalla."_*

*A :* *_"Ya Pak. Sekarang dimana MAYSIR-nya Pak ?"_*

*B :* *_"Karakter MAYSIR *( gambling )*adalah dalam satu Kondisi ada yang menang dan ada yang kalah. Ada yang untung dan ada yang rugi. Zerosum game. Nah, coba sekarang anda perhatikan. Apakah di Asuransi ada yang seperti itu ndak ?"_*

*A :* *_"Yg mana ya ?"_*

*B :* *_"Ketika anda bayar Premi, tapi ndak terjadi RESIKO sehingga tidak dapat melakukan Klaim. Kira2 sampeyan UNTUNG ndak ?"_*

*A :* *_"Ya ndak akan. Dana saya yg hangus"_*

*B :* *_"Terus apakah ada yang UNTUNG ketika hal itu terjadi ?"_*

*A :* *_"Ada Pak. ya Perusahaan Asuransi tsb."_*

*B :* *_"Sebaliknya, ketika anda tertimpa RESIKO, sehingga memiliki alasan untuk melakukan Klaim, kira2 anda Untung nggak ?"_*

*A :* *_"Iya Pak Untung. sementara Perusahaan Asuransi Rugi. Berarti MAYSIR ini ya Pak ?"_*

*B : _"Nah. Sekarang tahu ndak apa yg menjadi Pertaruhan dari kegiatan MAYSIR ini ?"_*

*A : _"Apa ya ... RESIKO itu sendiri Pak ?"_*

*B : "Betul. MAYSIR di sini yang dijadikan pertaruhan adalah RESIKO yang kemungkinan terjadi dan kemungkinan tidak terjadi. Ibarat Undian mata uang, hanya ada 2 kemungkinan yang dipertaruhkan. Kalo sisi atas anda Untung, kalo sisi bawah anda Rugi."*

*A : _"Terus Pak. Untuk GHARAR-nya di mana ya ?"_*

*B : _"Ketika anda bayar. Tahu kapan sampeyan harus membayar ?"_*

*A :  _"Iya Pak. Tahu, Setiap bulan to ?"_*

*B : _"Nah, manfaat yang anda dapatkan dari pembayaran yg anda lakukan tahu kapan terjadinya ?"_*

*A : _"Ndak tahu Pak"_*

*B : _"Nah, sesuatu yg tidak jelas ini namanya apa ya ?"_*

*A : _"GHARAR Pak. aduh ..._ Astaghfirullah ...* Banyak banget ya DOSA yg terjadi pada Asuransi ... Harus saya tutup sekarang Pak semua Asuransi saya."

*B :* *_"Ya. Jangan ber-TAWAKKAL kepada ASURANSI. Tetapi ber-Tawakkal-lah kepada ALLAH. Mana ada ALLAH menyatakan jika kamu sedang kesulitan, maka datangilah PERUSAHAAN ASURANSI...?!"_*

*A :* *_"He he he. Iya Pak. Yg ada malah memerintahkan kita ber- SABAR dan SHALAT...!!!"_*

*B : Ya betul. Itulah AQIDAH yg sesungguhnya."*

*#mu'amalah_syari'ah*

Ibadah yang tertolak (roddun)

IBADAH YANG TERTOLAK.

عن أم المؤمنين أم عبدالله عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد " رواه البخاري ومسلم , وفي رواية لمسلم " من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Dari Ummul mukminin, Ummu 'Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu 'anha,dia berkata : Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang membuat suatu perkara ibadah yang bukan dari kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak".
Dalam riwayat Muslim dengan lafadl :
"Barangsiapa melakukan suatu perkara ibadah yang tidak sesuai dengan kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak”
Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718

قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا، فَقَدْ كُفِيْتُمْ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Abdullah bin Mas’ud berkata :
“Hendaklah kamu ikuti tuntunan Rasulullah,dan jangan kalian berbuat bid’ah, sungguh telah cukup bagi kalian ajaran Rasulullah,dan ketahuilah semua bid’ah adalah sesat.”
Ibnu Baththah dalam Al Ibanah no 175 (1/327, 328).
Al Lalika’I no. 104 (1/86)

Kata “Raddun” menurut ahli bahasa maksudnya tertolak atau tidak sah. Kalimat “bukan dari kami” maksudnya bukan dari hukum kami.
Hadits ini merupakan salah satu pedoman penting dalam agama Islam yang merupakan kalimat pendek yang penuh arti yang dikaruniakan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.
Hadits ini dengan tegas menolak setiap perkara bid’ah dan setiap perkara ibadah yang direkayasa.
Sebagian ahli ushul fiqih menjadikan hadits ini sebagai dasar kaidah,bahwa setiap yang terlarang dinyatakan sebagai hal yang merusak.

Dalam redaksi Muslim disebutkan : “Barangsiapa melakukan suatu perkara ibadah yang tidak sesuai urusan kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak."
Hadits yang dengan jelas dan tegas menyatakan keharusan meninggalkan setiap perkara yang bid’ah, baik yang diciptakan sendiri ataupun mengikuti orang sebelumnya.

Banyak anak tapi mandul

BANYAK ANAK TAPI MANDUL.

مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ؟ قَالَ قُلْنَا: الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا

Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat:
“Tahukah engkau siapakah yang mandul?”
Para sahabat menjawab :
“Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”.
Lalu Rasulullah bersabda:
"Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia”.
HR. Ahmad.

Jadi pengertian mandul (tidak mempunyai keturunan) saat ini kurang tepat.
Seorang yang mandul pada saat ini adalah para orangtua yang hanya mempunyai anak-anak biologis dan tidak memiliki anak-anak ideologis. Para orangtua yang gagal mencetak anaknya untuk menjadi shalih dan mau berjuang di jalan Allah. Merekalah orangtua yang mandul berdasarkan hadits nabi di atas.

Disinilah kita mengerti betapa banyak diantara kita yang mandul. Kita tidak mampu mempengaruhi anak, sebab anak-anak lebih banyak dipengaruhi oleh kawan, televisi dan lingkungannya. Sehingga anak-anak tersebut bertumbuh kembang tidak menjadi hamba Allah dan membawa manfaat kepada agama Allah, namun mereka tumbuh menjadi hamba dunia dan tidak mengerti islam.

Imam Al Qurthubi Rahimahullahu berkata:
"Tidak ada perniagaan yang membahagiakan pandangan laki-laki kecuali ia mendapatkan anak-anaknya menjadi shalih dan mereka senantiasa memikirkan agama Allah”.

Jadi, tidak semua anak bisa menjadi investasi akhirat. Dan memang tidak banyak orang tua shalih yang mampu mencetak anak-anaknya menjadi shalih, sehingga bermanfaat panjang untuk kehidupan orangtuanya di masa tua atau di akhirat kelak.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِى الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : أَنَّى (لِي) هَذَا؟ فَيَقُالُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لك

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:
“Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu”. (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan memiliki anak yang shaleh serta keutamaan menikah untuk tujuan mendapatkan keturunan yang shaleh. Imam al-Munawi berkata: “Seandainya tidak ada keutamaan menikah kecuali hadits ini saja maka cukuplah (menunjukkan besarnya keutamaannya)”.

Sabtu, 28 April 2018

MENOLONG ORANG YANG DZALIM DAN YANG DIDZALIM

MENOLONG ORANG YANG DZALIM DAN YANG DIDZALIM

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahim telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Husyaim Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abi Bakr bin Anas dari Anas radliallahu 'anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tolonglah saudara kamu yang dzhalim atau yang dizhalim."
Ada seorang sahabat bertanya :

"Ya Rasululloh,aku maklum bila yang didzhalim diberi pertolongan,namun bagaimana caranya aku menolong yang berbuat dzhalim?."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab :

"Kamu mencegahnya dari berbuat dzhalim, itulah maksud dari menolong orang ya dzalim."
Bukhari no. 6438

Taubat nasuha

THAUBATAN NASUHA.

Thaubat nasuha adalah thaubat yang murni dan thaubat yang tingkatan nya paling tinggi di hadapan Allah subhanahu wata'ala.

أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Berthaubatlah kepada Alloh dengan thabat yang sebemarnya, semoga Rabb kamu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
QS.AtTahrim  8.

Taubat nasuha adalah thaubat dari dosa yang pernah di perbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa dosa yang di lakukan nya di masa lalu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Caranya adalah adanya 'nadamun' untuk
meninggalkan kemaksiatan atau kesalahan yang pernah dilakukannya,
dengan menyesali perbuatan tersebut.
bertekad kuat untuk tidak mengulanginya
selamanya
Bila terdapat hak orang lain,maka hendaklah segera untuk mengembalikan kepada pemiliknya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ:
قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami Ali bin Mas'adah dari Qatadah dari Anas dia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Semua bani Adam manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera berthaubat."
Ibnu Majah no. 4241.

Kamis, 26 April 2018

ALLOH AKAN MENGAMPUNI DOSA YANG LUPA DAN TERPAKSA.

ALLOH AKAN MENGAMPUNI DOSA YANG LUPA DAN TERPAKSA.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لأنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.
Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya.
Maka mereka itulah orang yang beruntung.
QS.AtTaghobun 16.

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]

Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku,disebabkan beberapa kesalahan, baik lupa atau terpaksa “.
HR.Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya

Alloh ta’ala mengutamakan umat dan hambanya dengan menghilangkan berbagai kesulitan dan memaafkan dosa dan kesalahan.

Sesungguhnya Alloh ta’ala tidak menghukum seseorang,kecuali jika dengan sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah bermaksud untuk melakukan penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela .

Manfaat adanya kewajiban, adalah untuk mengetahui siapa yang tha’at dan siapa yang membangkang.

MENGGAPAI HIDUP YANG TENANG DAN SEJAHTERA DUNIA DAN AKHIRAT.

MENGGAPAI HIDUP YANG TENANG DAN SEJAHTERA DUNIA DAN AKHIRAT.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Mereka yang beriman dengan hati mereka menjadi tentram dan tenang dengan mengingat Allah.
Dan hanya dengan mengingat Alloh hati akan menjadi tenang.”
QS.ArRa’ad 28.

Disamping itu, seandainya kematian akan menjemput dirinya, keimanan kepada Alloh subhaanahu wa ta’ala dengan segala yang dimilikinya,tidak akan membuat seorang muslim takut kepada mati,bahkan  akan menyambut kematian itu dengan jiwa yang tenang.
Allah subhaanahu wa ta’ala akan memanggilnya dengan panggilan yang sangat indah dan menyenangkan.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ، ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً،  فَادْخُلِي فِي عِبَادِي،  وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan keridloan yang Aku diridhai.
Masuklah menjadi hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.”
QS.AlFajr  27-30.

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَمُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي شُمَيْلَةَ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ، قال: قال رَسُولُ اللَّهِ  مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id dan Mujahid bin Musa, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abu Syumailah dari Salamah bin ‘Ubaidillah bin Mihshan al-Anshari dari ayahnya dia berkata:

“Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya, dan dia mempunyai makanan pada hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya.”
HR.Ibnu Majah Az-Zuhd Al-Qana’ah 4141.

Setiap manusia, apalagi sebagai muslim, tentu mendambakan kehidupan yang baik dan menyenangkan di dunia ini.

Untuk bisa merasakan kehikmatan hidup di dunia ini,inilah perkara yang harus dimiliki oleh seorang muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya, dan dia mempunyai makanan di hari itu,maka seakan dunia ini dikaruniakan kepadanya.”

*Badan yang sehat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi manusia yang tidak ternilai harganya,* rasanya tidak ada artinya segala sesuatu yang kita miliki bila kita tidak memiliki kesehatan jasmani.
Apa artinya harta yang berlimpah dengan kedudukan yang tinggi,bila dalam kehidupan di dunia ini tidak sehat.
Oleh karena kesehatan bukan hanya harus dibanggakan dihadapan orang lain, tetapi yang lebih penting lagi adalah harus disyukuri kepada yang memberi anugerahnya, Alloh subhaanahu wa ta’ala.

Hal yang tidak kalah pentingnya, dari badan yang sehat akan tumbuh jiwa yang tenang, sebab apa artinya manusia memiliki jiwa yang sehat bila jiwanya tidak tenang, bahkan badan kondisi sakitpun  tidak akan terlalu berat  bila dihadapi dengan jiwa yang tenang. Bahkan ketenangan jiwa bila menjadi washilah untuk bisa menyembuhkan dari berbagai penyakit.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berdzikir kepada Alloh subhaanahu wa ta’ala, karena itu, orang yang ingin meraih ketenangan hidup dijalani kehidupan dengan segala aktivitasnya karena Allah, dengan ketentuan yang telah digariskan Allah subhaanahu wa ta’ala, dan untuk meraih ridha dari Alloh subhaanahu wa ta’ala.

Dengan demikian,sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Alloh subhaanahu wa ta’ala dan selalu berdzikir kepada Alloh.

Oleh karena itu, memiliki makanan yang cukup atau perekonomian yang memadai merupakan suatu kenikmatan tersendiri dalam hidup ini, sedangkan bila kondisi kehidupan seseorang dalam keadaan lapar, dan ia tidur dalam keadaan yang demikian, maka hal itu merupakan sesuatu yang sangat jelek, karenanya Rasulullah Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- selalu berdo’a sebagaimana terdapat dalam hadits,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lapar, karena ia adalah teman tidur yang paling jelek"
HR.Abu Daud.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berdzikir kepada Alloh subhaanahu wa ta’ala.
Sebab itu, yang ingin meraih ketenangan hidup,hendaklah dijalani kehidupan dengan penuh dzikir kepada Alllh,ridlo dengan ketentuan yang telah digariskan Alloh subhaanahu wa ta’ala,serta untuk meraih ridha dari Allah subhaanahu wa ta’ala. Dengan demikian, sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah dengan banyak berdzikir kepada Alloh subhana wata'ala.

Minggu, 11 Maret 2018

Setiap jiwa akan merasakan mati (QS. Ali Imron 185)

membaca ali imron 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ .......الاية

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. ..... dst

semua yg nampak di muka bumi ini menarik.. membuat kita lapar mata.. lapar telinga.. lapar hati bahkan lapar birahi....

tapi...

semua akan kita tinggalkan.. boleh jadi keletihan kita saat meraih harapan dan idaman kita akan sia sia karena akhirnya kita tinggalkan....

supaya tidak sia sia... lakukan semua dg sungguh sungguh untuk Allah yang menciptakan kita..

karena Allah tidak pernah asal asalan menganugrahkan apapun buat kita..

tidak perlu disiapkan .. karena kematian itu akan datang... tapi lakukan saja semua yang Allah minta... dan lakukan semua sungguh sungguh.. maka kita akan mendapatkan keberuntungan duniawi dan sekaligus cinta illahi..

Jumat, 02 Maret 2018

Taqwa itu sikap

Membaca surat ali imron : 102

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

taqwa itu sikap..

semya perbuatan kita lakukan hati hati karena kita rindu mendapatkan ridlo Allah...

dan hati hati karena hawatir mendapatkan murka Allah...

semua keputusan dan perbuatan serta ucapan dan perasaan dipertimbangkan dengan merujuk kepada al quran dan al hadits..

supaya kita meninggal dalam keadaan muslim (husnul khatimah) ... meninggal ditengah kehati hatian...

pelajari al islam supaya tau apa yang diinginkan Allah..  shg kita tau apa yang harus kita lakukan...

dan

bertaqwalah..

Sabtu, 24 Februari 2018

Jangan sia-siakan anak kita

hanya berpikir saja ...

gak ada kan anak yg minta lahir...

kita yang mengharapkannya...

karena itu.. AWAS !!! jangan kita sia siakan..

kira2 seberat apa hukumannya bagi kita yang tidak denga. sungguh2 membekali anak untuk bisa hidup benar...

Ali bin Abi Thalib mengatakan :

عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”

bekali anak paling tidak dengan 25 hal berikut..

• Mulailah dari diri Anda !
• Janganlah bersikap kasar
• Tanamkanlah rasa percaya diri
• Jangan jadikan dia pengekormu
• Jagalah terus kemandiriannya
• Jangan berlebihan melindunginya (over protective)
• Tumbuhkanlah jati dirinya.
• Ajarkanlah ia bahwa hidup hanyalah sementara.
• Berusahalah terus mengembangkan kecakapan dirinya.
• Berilah kesempatan padanya untuk membantu Anda.
• Biarkan dia bermain.
• Tegakkanlah aturan keluarga di rumah Anda.
• Jadikan dirinya orang yang memiliki obsesi yang tinggi.
• Bantulah anak dalam memilih teman.
• Hindari cemoohan dan hujatan padanya
• Bangunlah sasaran dan tujuan hidupnya.
• Jadikan dia pribadi yang cekatan.
• Berikanlah limpahan tugas yang tidak mengekang.
• Tegakkan tanggung jawab dalam dirinya.
• Alihkan tanggung jawab padanya.
• Terus meningkatkan prestasi untuk menjadi yang terbaik.
• Pujian dan Sanjungan yang tidak berlebihan.
• Berikanlah kebebasan memilih.
• Utuslah anak untuk menyelesaikan urusan Anda.
• Ajaklah anak Anda dalam pertemuan orang dewasa.

agar kita sebagai orang tua tidak dihukum berat di akhirat....

semoga Allah mampukan kita..

aamiiiin