Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2018

HUSNUL KHOTIMAH DAN SUUL KHOTIMAH.

HUSNUL KHOTIMAH DAN SUUL KHOTIMAH.

Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:“Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
QS.Fushilat   30.

Berbeda cara hidup dan mati seorang yang mati Husnul Khotimah dan suul khotimah.

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
QS.AlJatsiyah 21.

Sambutan para Malaikat kepada para mereka yang mati Husnul Khotimah.

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan mereka yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka : "Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
QS.AnNahl 32.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya Husnul Khotimah maka Allah mempekerjakannya”.
Para sahabat bertanya  :
”Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?”
Rasulullah menjawab :
"Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.”
HR Imam Ahmad.

Husnul Khotimah adalah akhir yang baik.
Seorang hamba, sebelum meninggal diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dalam perbuatan baik, hingga akhirnya meninggal dalam Husnul Khotomah

Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui orang lain.

Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Alloh sebagai anugerahNya.

Pertanyaannya :
"Apakah kita ini semakin tua, semakin  mudah didalam menerima kebenaran dan kebaikan sekaligus mengamalkannya atau sebaliknya?"

Insya Alloh kalau kita semakin mudah didalam kebenaran dan kebaikan, semoga husnul khotimah.

Oleh sebab itulah, seorang hamba Alloh yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Alloh agar Alloh memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah hingga ajal tiba.

Senin, 14 Mei 2018

Taubat sebelum terlambat

TAUBAT SEBELUM TERLAMBAT.

Taubat nasuha adalah thaubat yang murni dan thaubat yabng tingkatan nya paling tinggi di hadapan Allah subhanahu wata'ala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat yang sebenarnya, semoga Rabb kamu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata : "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
QS.AtTahrim  8.

Allah Subhanahu wa Ta’ala cinta kepada orang-orang yang bertaubat.
Allah Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”
QS.Al Baqarah 222.

Taubat menghapuskan dosa.

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat beriman dan beramal shalih, maka Allah akan ganti kejahatan mereka dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
QS.Al Furqan 70.

عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Alloh dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”
HR.Muslim.

Setiap manusia pernah berbuat dosa dan kesalahan.

Kita wajib bertaubat dan meninggalkan semua sifat yang tercela.

Bertaubat wajib dengan segera, tidak boleh ditunda.

Istighfar dan bertaubat itu hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berusaha mengadakan ishlah perbaikan.

Pintu taubat masih tetap terbuka siang dan malam.
Dan Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima taubat, apabila ruh sudah berada di tenggorokan, dan apabila matahari telah terbit dari barat hari Kiamat.

Taubat nasuha adalah thaubat dari dosa yang pernah di perbuat,dan merasa menyesal atas dosa yang di lakukannya di masa lalu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Dengan adanya 'nadam' penyesalan untuk meninggalkan kemaksiatan atau kesalahan yang pernah dilakukannya,
dengan menyesali perbuatan tersebut.
bertekad kuat untuk tidak mengulanginya selamanya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ:
قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami Ali bin Mas'adah dari Qatadah dari Anas dia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Semua bani Adam manusia pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat."
Ibnu Majah no. 4241.

Rabu, 09 Mei 2018

FADHILAH SHOLAT ASHAR.

FADHILAH SHOLAT ASHAR.

Sholat Ashar yang dilakukan menjelang matahari tenggelam, itulah sholatnya orang munafik.
Dalam hadits Anas disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً

“Itulah sholat orang munafik. Ia duduk menanti matahari di antara dua tanduk setan lalu ia berdiri dan melaksanakan sholat empat raka’at (Ashar) dengan cepat. Tidaklah ia mengingat Allah kecuali sedikit.”
HR. Muslim no. 622.

كُنَّا   عند رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ . إذ نظر إلى القمرِ ليلةَ البدرِ فقال أما إنكم ستَرَونَ ربَّكم كما ترون هذا القمرَ . لا تُضامُون في رُؤيتهِ . فإنِ استطعتُم أن لا تُغلَبوا على صلاةٍ قبلَ طلوعِ الشمسِ وقبلَ غروبِها يعني العصرَ والفجرَ . ثم قرأ جريرٌ : )وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا )

“Kami pernah duduk-duduk disamping Rasulullah. Tatkala beliau melihat rembulan pada malam purnama, lalu beliau bersabda, ”Kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat rembulan ini. Yaitu kalian tidak tidak berdesak-desakan melihatnya. Jika kalian mampu tidak terlengahkan dari sholat sebelum terbit matahari (sholat Shubuh) dan sholat sebelum tenggelam matahari yaitu sholat Ashar. Kemudian Jarir membaca ayat,” dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (Qs.Thaaha 130) .
HR Muslim, 633.

Disunnahkan shalat ‘Ashar dilakukan segera mungkin di awal waktu. Hal ini berdasarkan hadits Anas,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat ‘ashar ketika matahari masih tinggi, tidak berubah sinar dan panasnya.”
HR. Bukhari no. 550 dan Muslim no. 621.

Dari Abul Malih, ia mengatakan,

كُنَّا مَعَ بُرَيْدَةَ فِى غَزْوَةٍ فِى يَوْمٍ ذِى غَيْمٍ فَقَالَ بَكِّرُوا بِصَلاَةِ الْعَصْرِ فَإِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Kami pernah bersama Buraidah pada saat perang di hari yang mendung. Kemudian ia berkata, “Segerakanlah shalat ‘Ashar karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat ‘Ashar maka terhapuslah amalnya”.
HR. Bukhari no. 553.

Rabu, 02 Mei 2018

Ibadah yang tertolak (roddun)

IBADAH YANG TERTOLAK.

عن أم المؤمنين أم عبدالله عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد " رواه البخاري ومسلم , وفي رواية لمسلم " من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Dari Ummul mukminin, Ummu 'Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu 'anha,dia berkata : Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang membuat suatu perkara ibadah yang bukan dari kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak".
Dalam riwayat Muslim dengan lafadl :
"Barangsiapa melakukan suatu perkara ibadah yang tidak sesuai dengan kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak”
Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718

قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا، فَقَدْ كُفِيْتُمْ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Abdullah bin Mas’ud berkata :
“Hendaklah kamu ikuti tuntunan Rasulullah,dan jangan kalian berbuat bid’ah, sungguh telah cukup bagi kalian ajaran Rasulullah,dan ketahuilah semua bid’ah adalah sesat.”
Ibnu Baththah dalam Al Ibanah no 175 (1/327, 328).
Al Lalika’I no. 104 (1/86)

Kata “Raddun” menurut ahli bahasa maksudnya tertolak atau tidak sah. Kalimat “bukan dari kami” maksudnya bukan dari hukum kami.
Hadits ini merupakan salah satu pedoman penting dalam agama Islam yang merupakan kalimat pendek yang penuh arti yang dikaruniakan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.
Hadits ini dengan tegas menolak setiap perkara bid’ah dan setiap perkara ibadah yang direkayasa.
Sebagian ahli ushul fiqih menjadikan hadits ini sebagai dasar kaidah,bahwa setiap yang terlarang dinyatakan sebagai hal yang merusak.

Dalam redaksi Muslim disebutkan : “Barangsiapa melakukan suatu perkara ibadah yang tidak sesuai urusan kami, maka perkara ibadah tersebut tertolak."
Hadits yang dengan jelas dan tegas menyatakan keharusan meninggalkan setiap perkara yang bid’ah, baik yang diciptakan sendiri ataupun mengikuti orang sebelumnya.

Banyak anak tapi mandul

BANYAK ANAK TAPI MANDUL.

مَا تَعُدُّونَ الرَّقُوبَ فِيكُمْ؟ قَالَ قُلْنَا: الَّذِي لَا يُولَدُ لَهُ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ بِالرَّقُوبِ وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ الَّذِي لَمْ يُقَدِّمْ مِنْ وَلَدِهِ شَيْئًا

Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat:
“Tahukah engkau siapakah yang mandul?”
Para sahabat menjawab :
“Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”.
Lalu Rasulullah bersabda:
"Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia”.
HR. Ahmad.

Jadi pengertian mandul (tidak mempunyai keturunan) saat ini kurang tepat.
Seorang yang mandul pada saat ini adalah para orangtua yang hanya mempunyai anak-anak biologis dan tidak memiliki anak-anak ideologis. Para orangtua yang gagal mencetak anaknya untuk menjadi shalih dan mau berjuang di jalan Allah. Merekalah orangtua yang mandul berdasarkan hadits nabi di atas.

Disinilah kita mengerti betapa banyak diantara kita yang mandul. Kita tidak mampu mempengaruhi anak, sebab anak-anak lebih banyak dipengaruhi oleh kawan, televisi dan lingkungannya. Sehingga anak-anak tersebut bertumbuh kembang tidak menjadi hamba Allah dan membawa manfaat kepada agama Allah, namun mereka tumbuh menjadi hamba dunia dan tidak mengerti islam.

Imam Al Qurthubi Rahimahullahu berkata:
"Tidak ada perniagaan yang membahagiakan pandangan laki-laki kecuali ia mendapatkan anak-anaknya menjadi shalih dan mereka senantiasa memikirkan agama Allah”.

Jadi, tidak semua anak bisa menjadi investasi akhirat. Dan memang tidak banyak orang tua shalih yang mampu mencetak anak-anaknya menjadi shalih, sehingga bermanfaat panjang untuk kehidupan orangtuanya di masa tua atau di akhirat kelak.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِى الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : أَنَّى (لِي) هَذَا؟ فَيَقُالُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لك

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:
“Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu”. (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan memiliki anak yang shaleh serta keutamaan menikah untuk tujuan mendapatkan keturunan yang shaleh. Imam al-Munawi berkata: “Seandainya tidak ada keutamaan menikah kecuali hadits ini saja maka cukuplah (menunjukkan besarnya keutamaannya)”.

Selasa, 03 April 2018

Kajian Bulughul Maram Bab Air- Hadits ke-14

*Kajian Bulughul Maram*
Bab Air- Hadits ke-14

َوَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ؛ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 14

Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: "Seseorang Badui datang kemudian kencing di suatu sudut masjid, maka orang-orang menghardiknya, lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mereka. Ketika ia telah selesai kencing, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruh untuk diambilkan setimba air lalu disiramkan di atas bekas kencing itu." Muttafaq Alaihi.

*Faidah Hadits*
Ada 10 Faidah dan satu ancaman yg terkandung dalam hadits ini:

1. Hadits ini menunjukkan bahwa air kencing itu najis karena Nabi saw memerintahkan para sahabat untuk membersihkan tanah (lantai masjid) yang terkena kencing tadi.

2. Wajibnya membersihkan lantai masjid dari najis, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyiramkan air pada najis tersebut.

3. Terdapat larangan kencing di masjid karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari pengingkaran para sahabat terhadap orang badui tadi. Beliau shallallahu alaihi wa sallam cuma melarang untuk tidak menghardiknya. Sehingga ini menunjukkan bahwa kencing di masjid terlarang.

4. Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat tadi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui tadi kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat.

5. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki sikap yang sangat bagus dalam menyikapi umatnya. Beliau shallallahu alaihi wa sallam melarang para sahabat untuk menghardik orang ini karena ada bahaya yang ditimbulkan di balik itu. Di antara bahayanya adalah akan memudhorotkan orang ini disebabkan kencing yang diperintahkan dihentikan seketika. Bahaya lainnya adalah aurat orang ini bisa terbuka karena kaget, sehingga berbalik, kemudian para sahabat kemungkinan bisa melihat auratnya. Kalau dia masih tetap kencing lalu dipaksa berhenti, maka celananya kemungkinan bisa terkena najis. Bahkan najisnya akan meluas di tempat dia kencing, namun bisa mengena ke bagian masjid lainnya.

6. Membersihkan najis yang ada di masjid haruslah dilakukan dengan segera. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan menggunakan air dalam hal ini. Namun sebenarnya jika kencing tadi dibiarkan begitu saja, maka dia akan hilang dengan sendirinya karena tertiup angin atau terkena terik matahari. Namun, karena tujuannya ingin agar najis hilang dengan segera, maka digunakanlah air.

7. Membersihkan najis yang ada di masjid, hukumnya adalah fardhu kifayah, yaitu jika sudah mencukupi yang melakukan hal ini, maka orang lain gugur kewajibannya. Kenapa bisa fardhu kifayah? Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk membersihkan kencing tadi, namun beliau tidak bareng dengan mereka membersihkannya. Jika hukum melakukan hal ini adalah fardhu ain (wajib bagi setiap orang), maka tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang lebih dahulu membersihkan najis tersebut dari sahabat lainnya. Oleh karena itu, barangsiapa melihat najis di masjid maka dia wajib membersihkannya. Jika tidak mampu, maka dia wajib meminta pada orang lain untuk membersihkan najis yang di masjid tersebut.

8. Dari hadits ini dapat kita simpulkan sebuah kaedah yang sudah masyhur di tengah-tengah para ulama yaitu jika kemungkaran tidak dapat dihilangkan kecuali dengan kemungkaran lain yang lebih besar, maka kemungkaran ini tidak boleh diingkari. Ini adalah kaedah yang sudah sangat jelas. Jika kita menghilangkan suatu kemungkaran, namun malah mendatangkan kemungkaran yang lebih besar maka ini sama saja kita melakukan kemungkaran yang pertama tadi dan kita menambah kemungkaran yang baru lagi. Dan tambahan ini tidak diragukan lagi adalah maksiat.

9. Selayaknya bagi orang yang ingin melarang suatu kemungkaran, dia menjelaskan sebab kenapa dia melarang hal itu. Lihatlah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala melarang orang badui ini, beliau shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal ini dilarang karena masjid adalah tempat yang tidak diperbolehkan terdapat kotoran dan najis. Masjid adalah tempat untuk berdzikir kepada Allah dan melaksanakan shalat. Sehingga dengan demikian, orang badui yang sebelumnya belum tahu, akhirnya menjadi tahu.

10. Hendaklah setiap orang tatkala berinteraksi dengan lainnya, dia menyikapinya sesuai dengan keadaannya. Orang badui ini bukanlah penduduk Madinah. Jika penduduk Madinah yang melakukan demikian tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan menyikapinya berbeda. Akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyikapi orang ini sesuai dengan keadaannya yang jahil dan kurang paham agama. Demikian faedah yang sangat berharga dari orang badui yang bertamu ke masjid Nabi. Semoga faedah ini bermanfaat.

Bersambung.......

Sabtu, 31 Maret 2018

Kajian Bulughul Maram Bab Air- Hadits ke-14

*Kajian Bulughul Maram*
Bab Air- Hadits ke-14

َوَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ؛ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 14

Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: "Seseorang Badui datang kemudian kencing di suatu sudut masjid, maka orang-orang menghardiknya, lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mereka. Ketika ia telah selesai kencing, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruh untuk diambilkan setimba air lalu disiramkan di atas bekas kencing itu." Muttafaq Alaihi.

*Faidah Hadits*
Ada 10 Faidah dan satu ancaman yg terkandung dalam hadits ini:

1. Hadits ini menunjukkan bahwa air kencing itu najis karena Nabi saw memerintahkan para sahabat untuk membersihkan tanah (lantai masjid) yang terkena kencing tadi.

2. Wajibnya membersihkan lantai masjid dari najis, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyiramkan air pada najis tersebut.

3. Terdapat larangan kencing di masjid karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari pengingkaran para sahabat terhadap orang badui tadi. Beliau shallallahu alaihi wa sallam cuma melarang untuk tidak menghardiknya. Sehingga ini menunjukkan bahwa kencing di masjid terlarang.

4. Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat tadi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui tadi kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat.

5. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki sikap yang sangat bagus dalam menyikapi umatnya. Beliau shallallahu alaihi wa sallam melarang para sahabat untuk menghardik orang ini karena ada bahaya yang ditimbulkan di balik itu. Di antara bahayanya adalah akan memudhorotkan orang ini disebabkan kencing yang diperintahkan dihentikan seketika. Bahaya lainnya adalah aurat orang ini bisa terbuka karena kaget, sehingga berbalik, kemudian para sahabat kemungkinan bisa melihat auratnya. Kalau dia masih tetap kencing lalu dipaksa berhenti, maka celananya kemungkinan bisa terkena najis. Bahkan najisnya akan meluas di tempat dia kencing, namun bisa mengena ke bagian masjid lainnya.

6. Membersihkan najis yang ada di masjid haruslah dilakukan dengan segera. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan menggunakan air dalam hal ini. Namun sebenarnya jika kencing tadi dibiarkan begitu saja, maka dia akan hilang dengan sendirinya karena tertiup angin atau terkena terik matahari. Namun, karena tujuannya ingin agar najis hilang dengan segera, maka digunakanlah air.

7. Membersihkan najis yang ada di masjid, hukumnya adalah fardhu kifayah, yaitu jika sudah mencukupi yang melakukan hal ini, maka orang lain gugur kewajibannya. Kenapa bisa fardhu kifayah? Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk membersihkan kencing tadi, namun beliau tidak bareng dengan mereka membersihkannya. Jika hukum melakukan hal ini adalah fardhu ain (wajib bagi setiap orang), maka tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang lebih dahulu membersihkan najis tersebut dari sahabat lainnya. Oleh karena itu, barangsiapa melihat najis di masjid maka dia wajib membersihkannya. Jika tidak mampu, maka dia wajib meminta pada orang lain untuk membersihkan najis yang di masjid tersebut.

8. Dari hadits ini dapat kita simpulkan sebuah kaedah yang sudah masyhur di tengah-tengah para ulama yaitu jika kemungkaran tidak dapat dihilangkan kecuali dengan kemungkaran lain yang lebih besar, maka kemungkaran ini tidak boleh diingkari. Ini adalah kaedah yang sudah sangat jelas. Jika kita menghilangkan suatu kemungkaran, namun malah mendatangkan kemungkaran yang lebih besar maka ini sama saja kita melakukan kemungkaran yang pertama tadi dan kita menambah kemungkaran yang baru lagi. Dan tambahan ini tidak diragukan lagi adalah maksiat.

9. Selayaknya bagi orang yang ingin melarang suatu kemungkaran, dia menjelaskan sebab kenapa dia melarang hal itu. Lihatlah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala melarang orang badui ini, beliau shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal ini dilarang karena masjid adalah tempat yang tidak diperbolehkan terdapat kotoran dan najis. Masjid adalah tempat untuk berdzikir kepada Allah dan melaksanakan shalat. Sehingga dengan demikian, orang badui yang sebelumnya belum tahu, akhirnya menjadi tahu.

10. Hendaklah setiap orang tatkala berinteraksi dengan lainnya, dia menyikapinya sesuai dengan keadaannya. Orang badui ini bukanlah penduduk Madinah. Jika penduduk Madinah yang melakukan demikian tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan menyikapinya berbeda. Akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyikapi orang ini sesuai dengan keadaannya yang jahil dan kurang paham agama. Demikian faedah yang sangat berharga dari orang badui yang bertamu ke masjid Nabi. Semoga faedah ini bermanfaat.

Bersambung.......

Kajian Bulughul Maram Bab Air Hadits ke-13 (kucing)

*Kajian Bulughul Maram*
Bab Air Hadits ke-13

Tentang Kucing:

وَعَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم قَالَ -في الهِرَّةِ-: إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إنّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِيْنَ عَلَيْكُمْ.
أَخْرَجَهُ الأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ خُزَيْمَةَ.

13. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang kucing, “Sesungguhnya kucing itu tidak najis, hanyasanya kucing itu binatang yang biasa hidup di sekelilingmu.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud; Tirmidzi, Nasa-i, dan Ibnu Majah, dan telah dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah).

*TAKHRIJUL HADITS*

Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 75); Tirmidzi (no. 92); Nasa’i (1/55,178); Ibnu Majah (no. 367); Ahmad (5/303,309); Ibnu Khuzaimah (no. 104), dan lain-lain banyak sekali, sebagaimana telah saya luaskan takhrijnya di kitab yang lain (Takhrij Sunan Abu Dawud no. 75).

Hadits ini telah dishahihkan oleh para imam ahli hadits, diantaranya: Imam Malik, Syafi’i, Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Daruquthni, Hakim, Baihaqi, Al Baghawi, Adz Dzahabi, Ibnu Hajar dan lain-lain. Selain itu, hadits ini telah mempunyai beberapa jalan (thuruq) dan beberapa pembantunya (syawahid), diantaranya dari jalan Aisyah yang dikeluarkan oleh Abu Dawud (no: 76) dengan sanad yang lemah.

*FIQIH HADITS*

1. Kucing, air liur dan zatnya tidak najis.
2. Disukai bagi kita dari sisi kebersihan, untuk mencuci bejana yang berisi air yang dijilat oleh kucing sebanyak satu kali.
3. Ketetapan atau ketentuan, bahwa suatu benda itu dikatakan najis, harus ada keterangan yang shahih dan shorih dr penjelasan Nabi Saw.
Kucing adalah binatang yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita.
4. Air yang telah dijilat oleh kucing tetap suci dan mensucikan, dan dapat dipakai untuk menghilangkan hadats kecil maupun besar dan (juga untuk) berwudhu.

Minggu, 04 Maret 2018

Diantara bahaya zina

Lanjut kajian mas-uuliyyahnya

📗 Kajian Kitab
*مسؤولية المرأة المسلمة*
*Hak & Kewajiban Wanita Muslimah*

*من أخطار الزنا وأضراره*

*Diantara bahaya zina*

إن الزنا من النتائج البديهية للتبرج والاختلاط، فمتى وجد التبرج والاختلاط وجد الزنا، فهما رفيقان لا يفترقان، والزنا من أعظم المفاسد وأخطر الفواحش التي تهدد المجتمع المختلط المتبرج وتنذره بالويل والثبور وذلك للأسباب التالية.

Sesungguhnya zina merupakan dampak negatif dari tabarruj dan ikhtilath, mk setiap adanya tabarruj dan ikhtilath (pasti menjamur juga) perzinaan. Sebab, keduanya merupakan dua mitra yg tdk bs d pisahkan. Dan zina merupakan kerusakan yg paling parah sekaligus perbuatan keji yg paling berbahaya yg mengancam masyarakat yg membudayakan (menjadikan adat buruk) terhadap ikhtilath dan tabarruj. Demikian itu d sebabkan oleh bbrpa hal yg akan d jelaskan sbb:

1- أن الزنا إذا تفشى واستبيح يؤدي إلى زوال النكاح الشرعي القائم على شروط ومسئوليات وحقوق وواجبات والاكتفاء بالزنا وحده بدلاً منه.

1. Jika zina sudah menyebarluas dan diperbolehkan maka hal itu akan mengakibatkan hilangnya nikah syar'i yang didasarkan pada syarat-syarat dan tanggung jawab, berbagai hak, dan kewajiban. Dan zina sudah dianggap cukup sebagai ganti nikah.

2- الزنا يهدد النسل البشري والنوع الإنساني بالفناء لأن الزاني والزانية لا يقصدان التناسل بل يقصدان إطفاء الشهوة وإرواء الغريزة فقط، لذا تتعاطى الزانية أسباب منع الحمل بأي وسيلة، .

2. Perzinaan mengancam musnahnya populasi keturunan manusia, karena para pelaku perzinaan itu tidak bermaksud untuk mengembangkan keturunan, tetapi bertujuan untuk melampiaskan hawa nafsu dan memenuhi kebutuhan biologis saja. Oleh karena itu, wanita pezina berusaha mencari jalan untuk menghalangi kehamilan dengan berbagai macam cara.

3- الزنا يعرض المجتمع للإصابة بالأمراض التناسلية القاتلة.

3. Perzinaan mengantarkan masyarakat pd munculnya berbagai macam penyakit yang mematikan

4- الزنا يقطع الأرحام ويضيع الأنساب ويفل الروابط بين أفراد المجتمع.

4. Perzinaan dapat memutuskan silaturrahim dan menghilangkan garis keturunan serta memudarkan tali pengikat antar anggota masyarakat.

5- الزنا يسيء الخلق ويعلم الوقاحة والسفاهة والغدر والخيانة والمكر والخديعة ويقود للخضوع لسلطان الشهوة والغريزة فالزاني حين يرى فتاة تعجبه يحاول الوصول إليها بكل وسيلة وبهذا تنتهك الأعراض وتهدر الحرمات وتقع العداوة وتسفك الدماء ويفقد الأمن في المجتمع وتنعدم السعادة في الحياة.
5. Perzinaan memperburuk akhlak serta mengajarkan kedunguan, kebodohan, tipu daya, pengkhianatan dan makar. Dan juga menyeret kita agar tunduk kepada kekuasaan syahwat dan insting. Oleh karena itu, ketika seorang laki2 pezina melihat srorg wanita yg membuatnya tertarik, maka dia
akan berusaha untuk mendapatkannya dengan segala macam cara. Dan hal itu jelas merusak kehormatan dan mengancam kemuliaan serta memicu munculnya permusuhan serta pertumpahan darah dan juga mengakibatkan hilangnya rasa aman di dalam masyarakat. Hingga akhirnya hilang pula kebahagiaan hidup.

6- الزنا عار يكسو مرتكبه سواد الوجه ورداء الذل بين الناس

6. Perzinaan merupakan  aib yang pelakunya akan berwajah hitam dan memakai selendang kehinaan di tengah-tengah umat manusia

7- الزنا يشتت القلب في عشق النساء ويمرضه في الشوق إليهن ويجلب عليه الهم والحزن بسبب الخيانة ويهدد إيمان المؤمن بسبب الغفلة عن الله وأحكامه، ويحرمه طمأنينة الإيمان لأنه إثم كبير وذنب عظيم، ولقد بين النبي ( أن الإيمان يرتفع عن المتزانيين أثناء الزنا حين قال: «لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن» رواه البخاري ومسلم().

7. Perzinaan mencerai-beraikan hati dalam kerinduan pada wanita sekaligus membuatnya sakit karena terus terbelenggu pada kerinduan kepadanya.
Tentu hal tersebut akan menimbulkan kesusahan dan kesedihan yang disebabkan oleh pengkhianatan. Bahkan, mengancam iman orang mukmin yang disebabkan karena kelalaian untuk meng ingat Allah dan hukum hukum-Nya. Selain itu,
dan perzinaan terhalangnya ketenangan iman, karena zina merupakan dosa besar. Dan
Nabi Saw telah menjelaskan bahwa kesempurnaan iman itu akan lenyap/musnah dari para pezina, yaitu ketika Nabi Saw bersabda:

_tidaklah seorang pezina berzina pada saat dia berzina sedang dia dlm keadaan sempurna imannya_ (Hr. Muttafaq 'Alaih)

8- من أضرار الزنا ذهاب حرمة فاعله وسقوطه من عين ربه ومن أعين عباده.

8. Di antara bahaya zina adalah hilangnya
kemuliaan pelakunya dan jatuhnya harga diri di hadapan Rabb-nya dan di hadapan hamba-hamba-Nya yang lain.

9- أن الزاني يعرض نفسه للعذاب في تنور من نار أعلاه ضيق وأسفله واسع الذي رأى الرسول ( فيه الزناة والزواني يعذبون في الحديث الذي رواه البخاري في صحيحه.

9. Seorang pezina telah menyodorkan dirinya untuk menerima adzab api Neraka, yang bagian atasnya sangat sempit sedang bagian bawahnya sangat luas, yang pernah dilihat oleh Rasulullah saw. Dan menjadi tempat diadzabnya para
pezina laki-laki maupun perempuan, sebagaimana disebutkan dalam hadits yg diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya

10- أن الناس ينظرونه بعين الخيانة ولا يأمنه أحد على حرمته وولده.

10. Orang-orang akan melihat pezina itu dengan mata pengkhianatan
dan tidak seorang pun mengakui kehormatannya dan anaknya

11- أن الزنا يجرئه على عقوق الوالدين وقطيعة الأرحام وكسب الحرام وظلم الخلق وإضاعة أهله وعياله.

11. Sesungguhnya perzinahan itu akan membawa kepada kudurhakaan terhadap kedua orang tua sekaligus memutuskan tali silaturrahim dan menghasilkan penghasilan penghasilan yg haram, juga penzhaliman orang lain dan menyia-nyiakan keluarga.

12- أنه يعرض نفسه لفوات الاستمتاع بالحور العين في المساكن الطيبة في جنات عدن.

12. Selain itu, pezina juga sudah mengantar dirinya pada kenyataan di mana dia akan kehilangan momen bersenang-senang dengan bidadari di tempat tinggal di Surga 'Adn.

13- أن هذه المعصية محفوفة بالمعاصي فهي لا تتم إلا بأنواع المعاصي قبلها وبعدها ومعها فهي تجلب شرور الدنيا والآخرة.

13. Kemaksiatan ini dikelilingi dengan berbagai macam kemaksiatan, karena kemaksiatan ini tidak sempurna kecuali didahului dan diakhiri dengan berbagai kemaksiatan lainnya. Sehingga, perbuatan ini menghadirkan kejahatan di dunia dan di Akhirat.

14- وجوب الحد على الزاني البكر مائة جلدة وتغريبه عام عن وطنه، ورجم الزاني الثيب (الذي قد تزوج) بالحجارة حتى يموت.

14. Kewajiban memberlakukan hukuman hadd seratus kali cambuk kepada perawan yang berzina dan mengasingkannya selama satu tahun dari negaranya. Dan merajam dilempar batu pd pezina wanita yg sudah menikah sampai mati.

15- تعريض المحارم للوقوع في الفاحشة فكما تدين تدان.

15. Perzinahan juga menyeret orang-orang kepada perbuatan keji.

16- الإفلاس يوم القيامة من الأعمال الصالحة.

16. Membuat muflis (kebangkrutan yang hakiki) tidak memiliki amal shalih pada hari kiamat kelak.

17- أنه يعرض الزاني الخائن يوم القيامة على الذي زنا بامرأته ليأخذ من حسناته ما يشاء وسوف لا يبقى للخائن حسنة.

17. Pezina yang berkhianat (selingkuh), pada hari kiamat kelak akan dihadapkan kepada laki² yg isterinya telah berzina dengannya, untuk mengambil semua kebaikannya sekehendak hati nya sehingga tidak ada lagi kebaikan yang ada pada pezina tersebut.

18- شهادة الجوارح عليه يوم القيامة من اليد والرجل والجلد والسمع والبصر واللسان يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [النور: 24]().

18. Seluruh anggota tubuh akan memberikan kesaksian kepadanya pada hari kiamat kelak, baik itu tangan, kaki, kulit, pendengaran, penglihatan maupun lisan:

Allah Swt berfirman:

"Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. An-Nuur: 24).

Selasa, 20 Februari 2018

Kajian Kitab Mas-uuliyyah (Tabaruj & Ikhtilath hal 28-29)

Lanjut kajian Kitab Mas-uuliyyahnya:

📗 Halaman 28-29

*من أسباب التبرج والاختلاط*

*Beberapa faktor penyebab tabarruj dan ikhtilath*

للتبرج والاختلاط أسباب كثيرة نذكر منها:

Tabarruj dan ikhtilath memiliki penyebab yg bnyk sekali, diantarabya sbb:

1- ضعف الإيمان في النفوس فالإيمان الصادق إذا تمكن في القلب ظهرت آثاره على الجوارح فيتقيد المتصف به بأوامر الله ونواهيه، وإذا ضعف الإيمان في النفوس استحسنت القبيح واستقبحت الحسن وصار المعروف عندها منكرًا والمنكر معروفًا ولا حول ولا قوة إلا بالله.

1. lemahnya iman didalam diri. sebab keimanan yg sebenarnya jk sudah bersemayam didalam hati, niscaya akan menampakan pengaruhnya kesemua anggota badan sehingga org yg menghiasi diri dengannya akan berpegang teguh pd perintah dan laranagan Allh Swt. dan jika iman sudah melemah, niscaya hal buruk terlihat baik da sebaliknya, hal ygbaik terlihat buruk. dan akhirnya, perbuatan ma'ruf menjadi perbuatan munkar dan perbuatan munkar menjadi perbuatan ma'ruf. dan tidak ada daya dan upaya melainkan hanya milik Allah semata.

2- تقاعس المسلمين عن الدعوة إلى الله وكسلهم عن القيام بواجب الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر وتثاقلهم عن القيام بفريضة الجهاد في سبيل الله حتى تركت الواجبات وارتكبت المنهيات *ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ [الروم: 41].

2. keengganan kaum mmuslimin untuk untuk berdakwah kejalan Allah Swt serta kemalasan mereka untuk menaikkan kewajiban amar ma'ruf nahyi munkar, serta keberatan mereka untuk menunaikan untuk menunaikan kewajiban jihad d jalan Allah. hingga akhirnya berbagai kewajiban ditinggalkan begitu saja, sementara berbagai larangan dilakukan seenaknya.

Allah Swt berfirman:
"telah nampak kerusakan didarat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia." (Qs. Ar-Ruum: 41)

3- قلة العلم الشرعي وظهور الجهل وقلة العلماء العاملين بعلمهم الذين يحملون القدوة الحسنة لمجتمعاتهم وكثرة الجهال الذين يحملون القدوة السيئة لهم.

3. Minimnya ilmu pengetahuan agama dan tingginya angka kobodohan serta mengecilnya jumlah ulama yg mengamalkan ilmu mereka, yg menjadi teladan yg baik bg masyarakat mereka. Di sisi lain, terdapat banyak orang² bodoh yg menjadi teladan buruk bg mereka.

4- سوء التربية والتوجيه والتعليم أولاً من جهة الآباء لجهلهم وغفلتهم أو استهتارهم وثانيًا من جهة المدرسة التي لا تضم الموجهين الأكفاء دينًا وعلمًا وخلقًا وسلوكًا من الرجال  والنساء.

4. Buruknya pendidikan dan bimbingan serta
pengajaran. Pertama, dari pihak orang tua. Yang demikian itu disebabkan oleh kebodohan,
lengahan, dan kelalaian mereka. Kedua, dari pihak sekolah, yang tidak membekali anak didiknya dengan pelajaran agama yang memadai, ilmu pengetahuan, akhlak, dan tingkah laku yang baik, baik kepada kaum laki-laki maupun kaum wanita.

5- وسائل الدعاية والنشر من الصحف والمجلات والإذاعات المشجعة للتبرج والسفور والاختلاط.

5. Munculnya berbagai sarana informasi, baik itu berupa surat kabar, majalah dan juga media elektronik yang semuanya mendorong untuk bertabarruj, sufur, dan ikhtilath.

6- نظرة أكثر الناس إلى أوربا وأمريكا وأنها في نظرهم المثل الأعلى في الحضارة والتقدم فيحاولون تقليدهم في كل شيء ويظنون أن الأمة إذا تبرجت واختلطت وانحلت صارت قوية مثل أوربا وأمريكا() وما علموا أن القوة لله جميعا إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [يس: 82].

6. Terarahnya pandangan mayoritas orang ke Eropa dan Amerika. Dalam pandangan mereka, keduanya merupakan contoh ideal dalam hal peradaban dan kemajuan, sehingga mereka berusaha untuk
meniru mereka dalam segala sesuatu. Dan mereka mengira, jika para wanita sudah bertabarruj dan ikhtilath maka umat ini akan menjadi semakin kuat seperti Eropa dan Amerika. Dan mereka tidak mengetahui bahwa kekuatan itu hanya milik Allah semata:

_Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya "Jadilah!". Maka, jadilah sesuatu itu._" (Yā Sīn : 82)

وفي قصص الأمم الماضية في نجاة المؤمنين وهلاك الكافرين في القرآن لنا عظة وعبرة حيث أهلكهم الله في الدنيا وأعد لهم عذاب النار في الآخرة كفروا به وعصوا رسله ولنتأمل قول الله تعالى: وَلا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى [طه: 131].

Dan pada kisah-kisah umat terdahulu di dalam al-Quran tentang selamatnya orang-orang mukmin dan binasanya orang-orang kafir, terdapat kemuliaan sekaligus pelajaran bagi kita semua, dimana Allah Sew membinasakan mereka didunia dan menyediakan bagi mereka adzab Neraka di akhirat, disebabkan oleh kekufuran mereka kepada-Nya dan kedurhakaan mereka terhadap para Rasul-Nya. Coba kita renungkan firman Allah Swt berikut ini:
_"_dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah kami berikan kepada kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal._" ( Thāhā : 131)

وقوله تعالى: وَلا تَحْسَبَنَّ اللهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ [إبراهيم: 42].

Dan Allah Swt. berfirman : _Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak._ (Ibrahim : 42)

وقوله تعالى: *لا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ* مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ [آل عمران: 196، 197] فحذار من التقليد الأعمى وحذار من تقليد الغربيين والشرقيين من الكفرة والمشركين أعداء الله ورسوله وكتابه ودينه أعداء المسلمين.

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempattinggal mereka ialah Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (QS. Ali Imran 196-197)

Oleh karena itu, hindarilah taqlid buta, baik kepada bangsa barat maupun bangsa timur darikalangan kaum kafir dan musyrik yang merupakan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya, juga kitab dan agama-Nya sekaligus menjadi musuh kaum muslimin secara keseluruhan.

Senin, 12 Februari 2018

Tabarruj dan ikhtilath?

Lanjut kajian kitab Mas-uuliyyah nya

📗 Halaman 25-27

من آثار التبرج والاختلاط
للتبرج والاختلاط آثار سيئة نذكر منها:

*Beberapa dampak yang d akibatkan oleh tabarruj dan ikhtilath*
Tabarruj dan Ikhtilath memiliki beberapa dampak buruk, diantaranya sbb:

1- حلول الزنا والسفاح محل الزواج الشرعي، وجريمة الزنا أخطر على البشرية من القنابل الذرية والهزات الأرضية لأن فيه اختلاط الأنساب وانتهاك الأعراض وانتشار الأمراض.

1. Peprzinahan dan kumpul kebo menggantikan posisi pernikahan yg d benarkan syari'at. kejahatan yg d akibatkan oleh perzinahan itu berdampak lebih buruk bagi umat manusia daripada bom atom dan gempa bumi, karena perzinahan bisa mengakibatkan ketidakjelasan garis keturunan, hilangnya kehormatan, dan menyebarnya berbagai macam penyakit

2- فساد الأسرة وانهدام العائلة وتفشي الطلاق لاستغناء كل من الزوجين عن الآخر بغيره نسأل الله العافية والسلامة.

2. Rusaknya kehidupan rumah tangga, hancurnya hubungan kekeluargaan dan menyebarnya perceraian, karna masing2 dari pasangan suami-istri sudah merasa cukup dengan pasangan yg dia dapat dr luar pernikahan. kita memohon keselamatan kepada Allah Swt.

3- شيوع الفواحش وسيطرة الشهوات فتطغى الشهوات وتنتشر المفاسد وتكثر الأمراض.

Meyebarnya brbagai macam kejahatan serta dominasi syahwat sehingga syahwat membawa kepada kesesatan, berbagai kerusakanpun perjadi dimana², dan berbagai macam penyakitpun mewabah (mebyebar)

4- القضاء على النسل البشري والنوع الإنساني فإذا اكتفى الناس بالزنا محل الزواج الشرعي فإن الزانية لا ترغب في الحمل الذي يهدد جسمها ويلحقها بسببه العار والفضيحة لذلك فهي تحاول الخلاص منه بكل وسيلة.
ومما ينذر بالخطر ظاهرة عزوف الشباب والشابات عن الزواج الشرعي ولذا فهم يبذلون الوسائل لقضاء وطرهم مما حرم الله عليهم.

4. Mengilangkan keturunan (perkembangbiakan) anak keturunan manusia. Artinya, jk umat manusia sudah merasa cukup dgn zina sebagai pengganti pernikahan yg syar'i, mk wanita pezina tdk tdk lg ingin hamil. Dan itu jls akan mengancam tubuhnya dan akrirnya akan mengantarnya pd aib dan hancurnya nama baik. Dan dia akanbterus berusaha melepaskan diri dr kehamilan dgn segala macam cara.

Dan bahaya yg lebih parah lagi sangat nampak adalah berpalingnya muda mudi dr pernikahan yg d perintahkan syari'at. Oleh karena itu, mereka berusaha mencari jalan untuk melampiaskan hasrat birahi mereka melalui jln yg d haramkan Allah kepada mereka.

5- انتشار العادات السيئة كعملية العادة السرية والاستمناء والزنا واللواط وخصوصًا بين المراهقين بسبب تهيج الشهوة الناتج عن المشاهدة والمخالطة بين الجنسين مع التبرج والزينة.

5. Menjamurnya berbagai kebiasan buruk, misalnya onani, perzinahan dan homoseksual, khususnya anak² yg baru mwbginjak usia dewasa. Yg d sebabkan oleh gejolak nafsu yg d akibatkan oleh pandangan dan berbaurnya antara dua jenis kelamin yg d sertai dgn tabarruj dan dandanan berlebihan

6- شقاء الرجل والمرأة على السواء لأن كلا منهما لا يجد الحياة السعيدة إلا في الحياة الزوجية المستقيمة، قال تعالى: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الروم: 21]

6. Keseengsaraan yg d alami lelaki dan perempuan dlm taraf yg sama, karna masing² tdk mendapatkan kehidupan yg bahagia, kecuali dlm kehidupan suami istri yg lurus.

Allah Swt berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Qs. Ar-ruum: 21)

7- الإساءة إلى المرأة بالذات فخروجها متبرجة متزينة مخالطة للرجال يعرض عفافها وعرضها للأذى والسوء والفحشاء من قبل الأشرار والسفهاء.

7. tindak pelecehan terhadap kaum wanita sendiri. dimana kepergian mereka keluar rumah dengan tabaruj dan berdandan disertai berbaurnya dengan lelaki, berarti telah mempertaruhkan kesucian dan kehormatan mereka untuk digoda, dilecehkan dan dinodai oleh lelaki penjilat (hidung belang) dan bodoh (suka mempermainkan wanita)

8- الانهيار الخلقي الشامل بسبب هذه الأخطار والأمراض والمساوئ فينتشر الكذب والخداع والغش والخيانة وتفشي العادات الخبيثة والمعاملات السيئة وينعدم الحياء والحشمة.

8. dekadensi moral yg disebabkan oleh bahaya, penyakit dan keburukan tersebut, sehingga menyebar kebohongan, penipuan, kecurangan dan penghianatan. selain itu, akan menyebarkan pula berbagai kebiasaan buruk dan pergaulan yg tidak sehat serta tdk adanya lagi rasa malu dan kemuliaan.

9- شقاء الروح والقلب لأن غذاء الروح ونعيم القلب بمعرفة الله والإيمان به ومحبته وخوفه ورجائه وعبادته بالصلاة والصدقة والصيام والذكر والدعاء والاستغفار وتلاوة القرآن ومجالسة الأخيار والبعد عن الأشرار.

والمجتمع المختلط المتبرج محروم من ذلك لأنه في غفلة عن الله والدار الآخرة.

9. menderitanya jiw adan hati, karenanutrisi jiwa dan kebahagiaan hati itu adalah dengan ma'rifat kepada Allah Swt, iman kepada-Nya, cinta, takut, berharap dan beribadah kepada-Nya dengan cara mengerjakan shalat, bersedekah, berpuasa, berdzikir, berdoa, beristighfar, membaca al-Quran, bergaul dengan orang2 baik, serta menjauhi orang2 jahat.

dan masyarakat yg menjalankan praktek pembaauran antara lelaki dan perempuan serta tabarruj sudah pasti tidak akan pernah merasakan semuanya itu, karena mereka benar2 lalai untuk berdzikir kepad Allah Swt dan mengingat akhirat.

هذه بعض آثار وعواقب التبرج والاختلاط بين الجنسين وهي كما علمت عواقب سيئة وخطيرة وأليمة تهدد المجتمع الإنساني بالانحطاط وتهبط بالإنسان إلى مستوى الحيوان.

Inilah diantara pengaruh dan dampak buruk yg d timbulkan oleh tabarruj dan ikhtilath antara lelaki dan wanit. Sebagaimana d ketahui bersama bhwa akibat dan dampaknya itu sangay buruk sekali lagi membahayakan sekaligus menyedihkan krna dapat mengancam masyarakat dgn penurunan dan rendahnya derajat umat manusia sendiri menjadi setingkat dgn binatang

لذا فإن الإسلام قد حرم الاختلاط بين الرجال والنساء الأجانب وجعل لكل منهما بيئته الخاصة به لتأمن الإنسانية وتسلم البشرية ويحتفظ الإنسان بكرامته وإنسانيته ودينه() .

Oleh krna itu, Islam islam tlh mengharamkan ikhtilath antara lelaki dan perempuan yg bukan mahram sekaligus tlah menyediakan bg masing² dari keduanya lingkungan yg khusus, agar nilai kemanusiaan terus terjaga dan keselamatan manusiapun bs d wujudkan. Selain itu, agar manusia bs memelihara kemuliaannya, kemanusiaan dan agamanya.

ومن المؤسف ما نشاهده في بعض أسواقنا من نساء كاسيات عاريات فاتنات مفتونات قد تجردن من الحياء والشيمة والمروءة بل ومن الإنسانية فأبرزن الوجه والرأس والعنق والذراعين والساقين يخترقن الأسواق يمنة ويسرة من غير خجل ولا حياء، ويشاهد هناك بعض الشباب المغرورين ينخدعون بهذه المفاتن فيحدقون بهن الأنظار، إنهن بهذه العادات الممقوتة يغرين بناتنا ويفتن أبناءنا.

Hanya sangat d sayangnan, pandangan yg ada d sbgian pasar² memperlihatkan wanita² yg mengenakan pakaian tp telanjang dgn memperlihatkan bagian² yg mengundang perhatian sekaligus nafsu birahi. Mereka sudah tidak lagi memiliki rasa malu, hargadiri dan kewibawaan, bhkan nilai kemanusiaannya pun telah hilang. Dimana mereka memperlihatkan bagian kepala, wajah, leher kedua lengan dan betis sembari menelusuri area pasar dan menoleh ke kanan dan ke kiri tanpabrasa malu sama sekali. Dilain pihak, bnyk lelaki yg tergoda dan tertipu oleh godaan ini sehingga mereka tertegun melihat mereka. Dan dgn kebiasaan yg yercela ini, putri² kita telah terjerumus dan putra² kitapun tergoda.

إننا نرجو من المسئولين الكرام أن يتلاقفوا هذا الخطر الفاحش على أبنائنا وبناتنا وأن يضربوا بيد من حديد على كل من يخالف تعاليم ديننا وتقاليد بلادنا، إن المرأة في هذه البلاد المسلمة المتمسكة بتعاليم دينها وتحكيم شريعة الله لم تزل وما زالت متحجبة متسترة محتشمة عفيفة امتثالاً لأمر الله واقتداءً بسنة رسول الله ( ومحافظة على أخلاقها وتقاليدها وشرفها ولذلك ساد الأمن في هذه البلاد على النفس والأهل والمال تحقيقا لوعد الله المؤمنين المتمسكين بذلك قال تعالى: وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [النور: 55.

Kita semua berharap kpda semua pihak yg bertanggung jawab atas semua ini untuk melenyapkan ancaman yg sangat berbahaya lagi keji ini yg selalu mengintai putra putri kita semua. Dan hendaklah mereka bertindak keras kepada setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ajaran agama kita dan tradisi ketetapan agama kita. Sesungguhnya kaum wanita d negara Islam ini yg berpegang teguh pada ajaran agamanya danbketentuan syari'at Allah Swt masih dan akan terus berhijab dan menutupi seluruh bagia tubuh sambil menjaga kesucian dan kehormatan diri, sebai bentuk ketaatan pd perintah Allah Swt sekakigus sebagai upaya mwngikuti sunnah Rasulullah Saw, dan juga untuk mempertahankan akhlaq, tradisi dan kemuliaan mereka. Oleh karena itu, rasa aman d negeri ini menyelimuti jiwa, keluarga dan harta, sebagai bentuk realisasi janji Allah Swt kepada org² mu'min yg berpegang teguh kepada hal tersebut.

Allah Swt berfirman:

_Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik._ (Qs. AN-Nuur: 55)