SOMBONG DALAM PANDANGAN ISLAM
وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمَّادٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ عَنْ فُضَيْلٍ الْفُقَيْمِيِّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar serta Ibrahim bin Dinar semuanya dari Yahya bin Hammad, Ibnu al-Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Aban bin Taghlib dari Fudlail al-Fuqaimi dari Ibrahim an-Nakha'i dari Alqamah dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab:
"Sesungguhnya Alloh imaha indah dan sangat menyukai yang keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
Muslim no. 131
Kesombongan terhadap kebenaran adalah menolak dan tidak bersedia menerima
kebenaran yang telah Alloh datangkan lewat Rasululloh saw, artinya telah berlaku sombong terhadap sehapa apa yang sebenarnya harus diyakini dan ditha'ati.
Karena sudah menjadi kewajiban atas segenap manusia untuk tunduk patuh kepada kebenaran dari Alloh Ta’ala, yang telah disampaikan oleh para RasulNya dengan menyebarkan risalah kebenaran melalui Kitab kitabNya.
Merendahkan dan meremehkan manusia. Ini timbul dari sikap takabur seseorang terhadap dirinya,sebab merasa paling besar dalam kehidupan manusia.
Takabur terhadap diri sendiri alan melahirkan kesombongan terhadap sesama manusia, dengan merendahkan mereka, bahkan menghina dan meremehkannya,baik dengan perkataan maupun perbuatan.
Rasulullah saw bersabda :
“Cukuplah seseorang dianggap memiliki sifat buruk,apabila meremehkan sesama muslim.”
HR.Muslim.